Belajar dari Omran

​BelajarMiris banget ngelihat video dan foto yang bersebaran di media sosial. Gak ngerti sama mereka yang tega bebuat seperti ini, sementara saya yang disini ngerasa kecewa sama diri sendiri gak bisa berbuat apa-apa kecuali berdoa untuk mereka. Sungguh tidak habis fikir yang banyak menjadi korban justru anak-anak kecil yang belum tau apa-apa tentang begitu kejamnya dunia. Seharusnya anak-anak itu bisa bermain sepuasnya, tidur siang dengan nyenyak tanpa harus merasa takut teror-teror yang terus menghantui mereka.

Seandainya saja saya punya kekuatan hebat seperti para penguasa, mungkin saya akan berupaya sebisa mungkin untuk membantu. Tapi saya hanyalah mahasiswa biasa yang belum punya apa-apa dan melihat semua itu hanya membuat perasaan kecewa pada diri sendiri.

Anak kecil di dalam video ini memberikan saya banyak pelajaran, bahkan dalam situasi seperti itu saja dia tetap bertahan untuk tidak menangis. Entah dia merasakan sakit di kepalanya atau tidak, dia hanya menyeka darah di dahinya, menatapnya dengan bingung, lalu membersihkan tangannya di tempat duduk ambulans. Kondisinya jauh dari kata baik, namun dia tetap saja diam. Benar-benar anak yang kuat dan tangguh. Sementara saya? Kadang merasa malu sama diri sendiri, saat tuhan masih memberikan nikmat dan kesehatan masih saja mengeluh.

Omran membuka lebar mata saya, dimana saya selalu saja bermalas-malasan saat mengerjakan sesuatu. Saat merasa lelah sedikit saja saya langsung mengeluh dan tidak lagi melanjutkan pekerjaan saya, sementara saya masih diberikan fisik yang kuat dan sehat. Dari Omran saya belajar untuk tidak menunjukkan kelemahan di depan orang lain, sekalipun rasanya ingin menangis tapi demi membuat orang lain tidak khawatir Omran tetap terlihat diam dan kuat. Omran sunggh menginspirasi saya untuk menjadi pribadi lebih kuat dan tidak mengeluh.

Semoga, Omran selalu dalam lindungan Allah SWT, begitu pun dengan saudara muslim lainnya disana dan sehat selalu…

HIPMI peduli Sinabung

​Ini tentang cerita singkat saat saya di ajak berpartisipasi menjadi salah satu anggota tim konselor untuk korban Sinabung. Tempat sederhana yang mungkin tidak banyak orang yang tahu bahwa di dalamnya banyak tersembunyi senyum polos anak-anak penerus bangsa. Pertama kali melihat suasana pengungsian perasaan saya menghangat. Banyak tenda-tenda berjajar rapi yang hanya berdindingkan terpal dan berlantai tanah. Di dalam satu tenda bisa terdiri 2 sampai 3 kepala keluarga bahkan ukuran tenda itu mungkin hanya cukup menampung 1 keluarga saja. 

Tempat itu memberikan saya banyak pelajaran, dimana saya merasa abersyukur karena masih di berikan nikmat untuk tinggal dan tidur di dalam rumah yang kokoh dan nyaman. dimana masih bisa terlindungi dari panas dan hujan tampa takut rumah yang di tempati roboh dalam sewaktu-waktu. Dari sini saya juga belajar bersyukur bahwa apa yang saya miliki saat ini sudah lebih dari cukup.

Entah kenapa saya suka sekali melihat gambaran wajah polos anak-anak disana. Mereka begitu antusias dan sangat bahagia walau hanya di berikan hadiah kecil. Yang lebih menakjubkan lagi mereka mudah sekali akrab dan menyamankan diri pada saya selaku tim konselor. Disini entah mengapa perasaan saya begitu hangat dan tenang. Saya merasa sangat berguna terlebih ketika melihat wajah-wajah tertawa mereka. Sebelum berjumpa, dalm bayangan saya mereka adalah anak-anak nakal yang susah diatur. Tetapi ternyata saya salah, mereka anak yang baik bahkan mau mendengarkan nasihat kakak-kakak konselor dan menurutinya. 

Mereka memiliki cita-cita tinggi, mereka sangat antusias ketika membahas soal sekolah dan impian mereka. Mereka juga sangat cerdas dan pintar. Berharap mereka bisa terus melanjutkan sekolah sampai jenjang berikutnya. 

Mereka dalam keadaan terbatas tetapi semangat untuk bersekolah begitu kuat dan saya terharu. Beda sekali dengan anak-anak sekolah yang ada di kota, padahal mereka tinggal di tempat yang nyaman dan aman, tetapi banyak dari mereka yang menyia-nyiakannya. 

Kita harus bisa belajar bersyukur dari orang lain, jangan selalu melihat orang lain yang enak kehidupannya dari kita, tapi lihat lah mereka yang ada di bahwa kita… karena ketika kita menundukkan kepala, kita akan bisa melihat bahwa banyak sekali orang-orangnyang seberuntung kita. Yang bisa tidur dengan nyenyak di kasur, di dlammkamar yang nyaman, yang bersekolah dengan tenang tanpa harus memikirkan biaya, dan makan makanan enak tanpa memikirkan dari mana uang untuk membeli makanannya. Kita tidak perlu melakukan semua itu, karena kehidupan kita masih lebih baik dari mereka. Rejeki orang tua kita masih di berikan kemudahan dan oleh karena itu kita harus bersyukur. Belajarlah dari kehidupan orang-orang di bawah kita bukan dari mereka yang berada di atas kita…

Kopi ?

…. Kopi terasa nikmat jika di nikmati oleh seseorang yang memang mencintai kopi. Dan akan berbeda jika kopi itu di nikmati oleh seseorang yang tidak mencintai kopi…

Kopi terasa pahit, di sesap secara pelahan-lahan dan memberikan ketenangan… kopi hanyalah kopi… yang walau pun saat di sajikan begitu hangat dan terasa wanginya, namun tetap saja dia kopi…
Tetap kopi yang akan dingin ketika di diamkan begitu lama…
Tetap kopi yang akan meninggalkan ampas saat airnya disesap…
Tetap kopi yang menyisahkan rasa pahit di ujung lidah…
Tetap kopi walau pun “begitu” adanya masih juga dinikmati oleh pecinta kopi…

Tapi bagaimana dengan kamu..?
Bagaimana dengan aku…?
Tidakkah kita akan tetap bertahan…?
Walau entah kapan, suatu saat seiring waktu berlalu,
Ketika rasa itu mulai berubah…
kita tetap saling menikmati rasa yang ada.

image

Tutorial hijab

Hey, ini tutorial kedua aku…

Thank you ya buat yang udah nanya-nayain tutorialnya…
Ini aku pakai hijab pasmina dengan bahan kaos, agak tebal. Sebenernya biar lebih manis bagusnya pakai yang bahan sifon kain luwes biar jatuhnya lebih kalem. Tapi ini juga gpp kok, yang penting nyaman.

Pertama pakai seperti biasa, tapi bagian kiri sedikit lebih pendek dari yang kanan. Kemudian, bagian kiri di angkat ke atas kepala, di susun rapi sesuai keinginan. Bagian kanan di tarik dari arah bawah kain bagian kiri lalu tarik perlahan keatas kepala dan sematkan. Biar keliatan lebih teratur layer yang di sebelah kiri di rapiin tumpukannya jadi gak terlihat berantakan. Dan…. selesai deh… hehehe…

Semoga berkesan ya gaeeees….
Btw, semangat terus buat puasanyaaaa….

image

Hijab dengan pipi chubby

Assalamualaikum, malam ini berhubung aku berhalangan solat,sedikit mau share tentang model hijab. Hmmm, ada yang pernah  tanya kenapa sih aku suka pakai hijab dengan model slayer-slayer gitu ?

image

Sebenarnya sih model apa saja aku suka pakai, selagi itu nyaman dan gak ribet. Tapi mumpung karena model wajah aku yang bulat dengan pipi yang rada chubby… so, untuk nyembunyiin pipi gempil yang aku punya aku suka model hijab dengan gaya slayer.

Model slayer itu seperti apa sih…?
Hmmm, seperti apa yaaa… model ini itu pemakaian hijab (dengan bahan apa saja) di bentuk sesuai keingin dengan menyisahkan kain hijab yang jatuh dengn lues di bagian pipi kiri/atau kanan. Fungsinya ya itu tadi, agar terlihat sedikit mengecilkan forum pipi dan jadi tirusan, so…. model hijab ini cocok sekali untuk menyamarkan pipi yang gempil.

Bahan hijab yang paling cocok dengn si wajah bulat dan berpipi chubby ini sih sebenarnya berbahan sifon atau kain kaos yang terasa ringan, sehingga saat di kenakan kainnya jatuh lues menutupi pipi… ya, kira-kira inilah trik aku buat nyamari pipi chubby saat mengenakan hijab… sesungguhnya pipi aku lebih tembem dari yang di poto.. :D…

Sekian yaaaa…. semoga berkenaaaan…
_wassalam_

Mohon maaf lahir dan batin

Assalamualaikum….
Gak kerasa besok sudah mulai puasa pertama, alhamdulillah sampai saat ini masih diberikan kesehatan untuk tetap menjalankan ibadah. Sebelumnya saya mohon maaf lahir dan batin untuk semua teman-teman, jikalau perbuatan dan perkataan saya ada yang menyakiti perasaan teman-teman sekalian. Semoga saja ibadah kita menjadi barakah. Dan ngomong-ngomong, untuk tutorial hijab selama puasa ini bakal update sesuai reques ya gaes…. sekali lagi selamat menunaikan ibadah puasa…